Mahasiswa Semester 1 STAI Taruna Ukir Prestasi di Panggung Akademik Nasional, Lolos Konferensi Ilmiah Wasatiyah UIN Kediri

Berita Terkini

Surabaya, 21 November 2025– Empat mahasiswa STAI Taruna Surabaya semester 1, lolos seleksi untuk mengikuti The 1st Annual Conference on Wasatiyah, Social, and Locality 2025 theme “Humanitarian Crisis and Religious Responsibility in the modern world” di UIN Syekh Wasil Kediri.

Konferensi yang diadakan tanggal 21 November 2025 ini diikuti oleh tiga mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidayah (PGMI) STAI Taruna Surabaya, yaitu: Ma’rufatul Jamilah, Roziq Almaydha Rohim, dan Asita Nurus Shofiyah. Selain itu, satu mahasiswa dari Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI) STAI Taruna Surabaya, yaitu: Muhamamd Fadhil Akbar Murti Wahyu.

Keempat mahasiswa ini berkolaborasi dengan dosen STAI Taruna Surabaya, yaitu Majidatun Ahmala, M.Pd.I., pada mata kuliah Bahasa Indonesia/TPKI dalam dua kelompok, yaitu: kelompok pertama, yaitu Ma’rufatul Jamilah dan Roziq Almaydha Rohim menghasilkan artikel ilmiah dengan judul “Upaya Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dalam Membangun Sinergi dengan Orang Tua untuk Mengoptimalkan Pendidikan Al-Qur’an”. Kelompok kedua yang terdiri dari Muhammad Fadhil Akbar Murti Wahyu dan Asita Nurus Shofiyah menghasilkan artikel ilmiah dnegan judul “Kajian Fenomenologis Tentang Preferensi Santri Terhadap program Non-Building (Pulang-Pergi) di Pondok Pesantren”.

Kedua produk pembelajaran tersebut disubmit ke panitia penyelenggara konferensi dalam bentuk abstrak tanggal 24-10 November 2025. Tanggal 12 November, kedua artikel mereka lolos seleksi, sehingga ditindaklanjuti dnegan mengirimkan artikel lengkap tanggal 13-15 November 2025.

Acara yang dimulai dengan sambutan dari sambutan dari ketua RMB UIN Syekh Wasil Kediri dan Prof. Dr. H. Wahidul Anam, M.Ag ini, dilanjutkan dengan seminar dari keynote speaker, yaitu: Prof Masdar Hilmy, MA, Ph.D (Guru Besar/Direktur Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya), Prof Dr. Ahmad Subakir, M.Ag. (Guru Besar/Wakil Rektor 1 UIN Syekh Wasil Kediri), dan Dr. Luthfi Ulfa Ni’amah, M.Kom.I dari UIN Satu Tulungagung. Setelah sholat Dhuhur, acara dilanjutkan dengan parallel session hingga penutupan di tempat parales session masing-masing.

Kesan para mahasiswa setelah mengikuti acara konferensi secara keseluruhan sangat antusias, Asita Nurus Shofiyah mengatakan bahwa ia mendapatkan pengalaman yang luar biasa karena untuk pertama kalinya mengikuti acara konferensi dan mendapatkan pemikiran yang lebih terbuka tentang moderasi beragama dan kesetaraan gender, Ma’rufatul Jamilah mengatakan bahwa sejak awal mengikuti perkuliahan sudah diberikan tugas-tugas tentang penulisan artikel ilmiah yang membuatnya dapat mengikuti konferensi dengan peserta yang mayoritas pesertanya Adalah mahasiswa pasca sarjana namun ia tidak minder untuk mempresentasikan artikelnya di parallel session, sedangkan Muhamamd Fadhil Akbar Murti Wahyu mengatakan bahwa ia sangat antusias dan senang dapat kesempatan untuk mengikuti konferensi ini untuk menambah wawasan dari rekan sesama akademisi dan dapat saling sharing dan mengevaluasi artikel yang sudah dipaparkan.

Keberhasilan empat mahasiswa semester satu STAI Taruna Surabaya di ajang konferensi nasional bergengsi ini menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam mendorong budaya riset sejak dini. Antusiasme yang luar biasa—ditunjukkan oleh Asita Nurus Shofiyah yang merasa mendapat pengalaman luar biasa dan Ma’rufatul Jamilah yang tidak minder meski bersaing dengan peserta pascasarjana—adalah indikasi bahwa program akademik, terutama penulisan artikel ilmiah di bawah bimbingan dosen, telah berjalan efektif. Muhammad Fadhil Akbar Murti Wahyu menambahkan, konferensi ini membuka kesempatan berharga untuk menambah wawasan dan saling berbagi ilmu dengan rekan-rekan akademisi. Prestasi ini diharapkan dapat memacu semangat mahasiswa STAI Taruna lainnya untuk tidak ragu mengeksplorasi potensi keilmuan mereka dan berkontribusi aktif dalam diskursus akademik di tingkat nasional.